Selamat jalan Julia Perez


Cepet bener wikipedia diupdate. 

Baru saja saya membaca berita tentang kematian Julia Perez alias Julia Rahmawati, laman wikipedia sudah menulis status kematian tanggal 10 Juni 2017. 

Sebentar lagi pasti berita Julia Perez dengan beraneka ragam kisah semasa hidupnya akan memenuhi sosial media. 

Tapi, nanti dulu.. sebelum tercemar dengan semua kisah "miring" Julia Perez, saya merasa perlu mencari dan membaca semua hal yang positif tentang Julia Perez seorang wanita Sunda-Betawi yang lahir 15 Juli 1980. 

Bukankah mengenang kebaikan lebih "pancasilais" ketimbang menyebarkan kisah keburukanya ketika hidup? 

Dimulai dari kesekretarisan, (bukan keartisan)  di Thn 2002. Saya baru ngeh kalo Julia Perez itu awalnya bukanlah artis. 

Karier perdana sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta dan berkesempatan melanjutkan pendidikan di Belanda. 

Wow, pada tahun itu belum banyak lho wanita yang dengan berani melanjutkan pendidikan di Belanda. Berkenalan dengan model di Perancis. 

Mengenal dunia model dari seorang pria Perancis bernama Damien Perez (Yusuf Perez). Perkenalannya dengan Damien membuka kesempatan dirinya tampil sebagai model majalah FHM dan Maxim di Perancis. 

Luas juga pergaulan Jupe muda ya? Kemudian semakin akrab dan berlanjut menikah dengan Damien Perez pada 7 Oktober 2002. 

Aktif di PERCASI 2006. 
Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) mengangkat Jupe menjadi ikonnya. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya turnamen "Julia Perez Rapid Chess Open Tournament" di gedung Piramyd BPG, Senayan, Jakarta, Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2006.  

Menjajal Politik 2010. 
Tahun 2010 diwarnai dengan munculnya kontroversi mengenai pencalonan Julia Perez sebagai calon wakil bupati Pacitan. 

Namun, pada Agustus 2010, Jupe mengaku bahwa ia telah mengundurkan diri. 

Belajar Wirausaha 2012 
Pada 29 Mei 2012, ia membuka gerai makanan cepat saji yang dinamai : "Jupe Fried Chicken"
Sebelumnya juga coba-coba menjalani bisnis batu bara dan sekolah bola bersama Gaston. 

Berakhir di RSCM 2017 
Dan perjalanannya berakhir di RSCM. 
Tentu saja Julia Perez bukan lah orang yang suci. 

Beliau bukan seperti R.A. Kartini sang putri fajar atau bukan seperti bunda Theresia sang penebar kebaikan. 

Tetapi setidaknya kita bisa mengambil hikmah dari perjalanannya yang ternyata banyak sekali (atau setidaknya ada beberapa) hal positif dan bermanfaat yang ia bagikan pada sesama. 

Saya percaya hidupmu kemaren tak sepahit kopi robusta tapi pasti semanis kopi arabika. 

Selamat jalan Julia Perez, semoga jalan mu terang bersama indahnya Ramadhan 1438H. 

Komentar