Sebuah bisnis harus jelas segmen target market yang mau diraih. Mau yang menengah bawah atau menengah atas? Lokasi juga menentukan harga jual, jika harga gak pass bahkan ngemplang maka bakal jadi kasus berkepanjangan.
Kemarin pd saat momentum lebaran, satu lesehan kaki lima di Malioboro dikomplain pelanggan karena ngemplang pembeli. Nasi goreng 90.000 dua piring, es jeruk 15.000, nasi putih 9.000.. pembeli memfoto notanya, upload di sosial media, langsung banjir caci maki disana.. paguyuban pedagang bereaksi cepat, lesehan yang nakal langsung ditutup gak boleh jualan karena menodai para pedagang lesehan Malioboro yang berusaha fair menetapkan harga wajar dan transparan.
Kalau alasan bahan baku naik selama Ramadhan dan lebaran, kalau naiknya 50% masih bisa dimaklumi, tapi kalau sampai naik 5 kali lipat, itu namanya niat nyikat! Akhirnya malah gulung tikar gak bisa jualan lagi..
Beda kalau di Mall.. sy sempat nyoba beli es Jeruk nipis dihargai 28.000, belum termasuk pajak restoran 10% dan servis 5,5%. Anehnya yang makan disana tidak ada yang ngamuk ngupload notanya, memang target pasar yang disasar beda.
Walaupun banyak juga yang sering makan di mall hanya untuk gaya, korban konsumtif kartu kredit saja... makan sekarang dengan utang, bayar nyicil belakangan... yang penting nggayaa.. jeprat jepret mringis di sosial media!
Siapapun yang masuk restoran di mall harus siap dengan konsekuensinya.. harga mahal berlipat kali walaupun gak lebaran.
Kenapa sebabnya mahal?
Alasan paling kena, sewa tempatnya juga muahal!
Alasan paling kena, sewa tempatnya juga muahal!
Saya pernah membuka konter kaos di sebuah mall 3 tahun lalu, sewanya 7 juta/bulan ukuran 2x2m. Hehe.. kami hanya bertahan 1,5 tahun setelah dianalisa gak pernah untung malah beberapa kali nombok bayar sewa tempat. Setelah dihitung selama 1,5 tahun kami membayar ke pihak mall 126 juta! Dueeeng!
Apakah buka usaha di mall pasti untung? Kan selalu rame! Belum tentuuu.. sering kita lihat banyak counter yang berganti nama dalam hitungan bulan. Gak mampu bayar sewa tempat, banyak yang menyerah di bulan ketiga. Makanya pihak pengelola pinter, ada yang menyewakan space bayar bulanan. Kalo ada yang bangkrut dalam hitungan bulan, mereka akan cari penyewa baru yang mau uji coba pasar.
Pokoknya semua tim marketingnya harus bekerja keras semua space di mall tersewa, karena bayar bunga bank yang buat membangun mall juga tidak bisa ditunda. Kalau banyak space tidak tersewa maka tidak ada pemasukan, gak bisa bayar utang, bunga dan denda terus berjalan, paling apes mall disita bank dan dilelang..
Untuk kita pribadi, gaya hidup ngutang bisa ditekan kok, asal kita gak peduli dengan penilaian orang. Buat apa tampak kaya, padahal utangan semua. Sifat pamer gak akan ada puasnya..

Komentar
Posting Komentar