Pernahkah kamu mengalami dalam usahamu: Omzet 65.000.000, biaya-biaya dan pengeluaran 64.500.000, profit: 500.000... duerrr!!
Rasa ngelunya disini, paittt.. hehe kayaknya omzetnya gede, tapi ternyata hanya di angka sadja. No cash.. no money.. no dong! Nodong ke bank? Nambah hutang lagi? Walaaah...
Saya pun pernah mengalami, bocor disana sini.. karyawan yang gak tertib males matiin listrik yang gak kepake dah bikin tagihan listrik jadi membengkak. Printer gak pernah dirawat bikin gampang rusak, akhirnya harus beli lagi, bagian produksi gak teliti salah ngerjain pesanan harus mengganti produksi ulang, bahan baku harus doble yang salah terbuang. Berbulan-bulan numpuk di gudang dikerubung kecoa gak jadi duit. BRRR!!
Terus gimana dong bro?
Langkah-langkahnya gini:
1. Mulai mendeteksi ulang bisnismu, ajak diskusi para manager, superviser hingga kru produksi, cari bareng-bareng titik mana saja yang punya potensi pemborosan dan kebocoran.
Langkah-langkahnya gini:
1. Mulai mendeteksi ulang bisnismu, ajak diskusi para manager, superviser hingga kru produksi, cari bareng-bareng titik mana saja yang punya potensi pemborosan dan kebocoran.
2. Bikin aturan baru yang berlaku untuk semua karyawan, apapun kelalaian yang menyebabkan pemborosan harus ada sangsi. Misal jika tim produksi salah dan lalai maka bahan baku yang rusak harus diganti dengan potong gaji.
3. Pangkas biaya promosi yang tidak efektif, gak usah sering-sering pasang iklan kalo dengan sosial media bisa dilakukan, bangun komunitas yang membeli produk kita.
4. Bahan baku yang tidak lama laku diobral saja, gak untung gak papa yang penting balik modal biar bisa diputar lagi untuk membeli bahan baku yang best seller.
5. Pantau terus menerus dalam melaksanakannya, semua manager hingga kru biasa rutin dilakukan pemahaman tentang perbaikan ini.
Naaah! Dah tau kan, ketika kepala pusing bisnis kok sering gak untung maka teriak-teriak Bocooorrr... bocooorrr... bocooorr gak akan menyelesaikan masalah. Apalagi cuman ditambal pakai nodrop, gak ngefek bro..
JADI KAPAN MAU MULAI MENAMBAL YANG BOCOR-BOCOR DI BISNISMU?
Komentar
Posting Komentar